My Bestfreind Fake
“Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga namaku di kelas 9.6 ini.” Gumanku. Setelah tau kelas baru mereka langsung pergi ke kelas barunya untuk memilih tempat duduk barunya dan teman satu bangkunya. Dengan semangat aku pergi mencari kelas baruku, dimulai dari lantai bawah setelah lama mencari kelas ku tidak ada dilantai satu. “Mungkin dilantai atas” ucapku. Aku langsung naik tangga ke lantai 2 untuk mencari kelas 9.6 ternyata kelasku tepat disampingnya tangga.
Aku melihat ke sekitar kelasku ternyata 50% kursi sudah ditempati oleh siswa baru. Lantas aku mencari kursi kosong. Dengan cepat aku menyimpan tas dan memilih baris ketiga dari depan. Aku duduk dan beberapa menit kemudian datang seorang siswa yang kebingungan untuk mencari tempat duduk.
“Kamu duduk sendirian Hmm boleh duduk bareng?” tanya nya
“Iya boleh kok, aku duduk sendiri” jawab ku
“Makasih,kenalin namaku Vina nama kamu siapa?” tanya nya
“Namaku Raisa, sebelumnya kamu kelas berapa? jawab ku
“Aku sebelumnya kelas 8.5 kamu sendiri? Tanya nya
“Aku sebelumnya kelas 8.1” jawab ku
Dan tepat pukul 08.00 wali kelas 9.7 masuk yaitu ibu Yuli. Ibu Yuli langsung mengabsen nama siswa-siswi dan ibu memerintahkan siswa nya melakukan perkenalan. Setelah selesai memperkenalan diri,maka pihak sekolah melalui wali kelas menyampaikan pesan kepada siswa siswi tentang awal ajaran baru.
“Teng teng teng” suara itu menunjukan tanda istirahat tiba tepat pada pukul 10.00. Aku dan Vina pun pergi menuju kantin untuk membeli makanan, begitupun anak- anak langsung pergi menuju kantin untuk membeli makanan dan minuman. Setelah 15 menit berlalu terdengar bel tanda masuk berbunyi. Anak-anak langsung masuk kelasnya.Karena pada saat itu masih awal masuk ajaran baru jadi anak anak belum belajar efektif. Wali kelas memerintahkan untuk melakukan kegiatan bersih bersih kelas apabila kelas nya sudah bersih maka anak anak boleh meninggalkan sekolah.
Esoknya seperti biasa aku dan anak yang lainnya belajar seperti biasanya, jam pertama adalah jam pelajaran bahasa Indonesia. Tak lama kemudian Bu Nisa datang dengan diawali perkenalan kepada murid bahwa ia akan mengajar bahasa indonesia. 2 jam berlalu dan berakhir pula jam pelajaran bahasa indonesia. Pelajaran selanjutnya yaitu pelajaran IPA terpadu. Karena pa Edi berhalangan maka datang tugas mencari materi fungsi ezim pada manusia. Anak anak bersorak senang karena pa Edi tidak masuk kelas.
Karena guru guru akan mengadakan rapat, maka pihak sekolah memulangkan siswa nya untuk belajar dirumahnya.Besoknya pada hari Rabu diawali pelajaran bahasa Indonesia. Bu Nisa datang tepat waktu ia menjelaskan materi awal kelas 9 yaitu teks naratif
“ Disini ada yang tahu apa itu teks naratif?” tanya Bu Nisa
(Tak ada anak yang menjawab hanya ada keheningan)
“Baik kalo belum tau, apa itu teks naratif ibu akan jelaskan kalian simak baik baik ya” seru bu Nisa
“Teks naratifadalah suatu jenis teks yang berupa cerita khayalan, kisah nyata yang direkayasa, atau dongeng. Teks naratif menceritakan suatu cerita yang memiliki rangkaian peristiwa kronologis yang saling terhubung. Tujuan dari narrative text adalah untuk menghibur”. jelas u Nisa
Setelah menjelaskan Bu Nisa memberikan tugas kelompok dan dan dibagikan kelompok belajar untuk pelajaran Bahasa Indonesia ini. Senang nya aku ketika sekelompok dengan Vina,Aurel, Salsha. Tugas kelompoknya adalah cari perbedaan dan persamaan teks naratif dengan teks ekspansi. Disaat sedang asik ngobrol dengan Vina ada 2 orang datang ke meja kita,ya itu adalah aurel dan salsha.
“Mau kapan dan dimana ngerjain tugasnya? Tanya vina
“ Gimana kalo besok Sabtu di rumahku kebetulan rumahku dekat ? Saran Raisa. Aurel dan salsa mengangguk tanda setuju.
Esoknya mereka datang untuk kerja kelompok bahasa indonesia mencari persamaan dan perbedaan teks naratif. Mulai saat itu mereka berempat mulai dekat sejak mengerjakan tugas bersama sehingga dan akhirnya mereka menjadi sahabat dekat. Ditengah tengah sibuk mengerjakan tugas aurel mencoba membuka pembicaraan.
“Sha mau ngelanjutin kemana? tanya aurel kepada salsha
“Kalo aku ke SMA taruna bangsa kalo kamu sendiri rel?
“Aku ke SMAN 48 Bandung kalian berdua sih Vina sama Raisa ?
“ Aku mau ke SMA bakti jaya” jawab vivi
“Kalo aku mau ke SMAN 48 Bandung” jawab ku
Setelah itu terlihat wajah aurel berbeda dengan sebelumnya ia terlihat seperti marah tapi kemarahannya itu disembunyikan. Aku ingin menanyakan hal itu kepada Aurel tapi setelah dipikir pikir engga ahh lagian engga enak nanya tentang itu mungkin itu hanya perasaan aku saja kepada Aurel, mungkin Aurel lagi memikirkan sesuatu hal.Aurel sibuk ngobrol dengan Salsha tentang tugas ini dan Vina masih mencari materi materi di buku lain. Aku berniat untuk mengajak mereka bertiga untuk nginap dirumahku ini mereka semua menyetujuinya
“Lagian sambil ngerjain tugas juga kan, lumayan kalo ngerjain sama-sama pasti cepet selesai” seru ku
“Oh iya gak kerasa udah jam 4 nih udah sore kayanya aku mau pulang ya” seru Vivi
“Iya Gk terasa ya udah jam 4” jawabku
“Tunggu aku vi aku juga mau sekalian pulang aja” seru salsha
“Aku pamit ya sa byee” seru Vina. Sementara aku melihat Aurel tampak terdiam saja apakah ini salah ku (gumanku dalam hati)
“Aku pamit pulang ya”dengan nada sedikit judes
“Iya hati hati ya kalian semua” seru ku
Mereka bertiga lantas pergi meninggalkan rumahku. Esoknya seperti biasa aku berangkat sekolah, disaat naik tangga terlihat didepan ada Aurel sedang ngobrol dengan Reza, Ryan dan Riska. Tanpa sepengetahuan mereka, karena aku penasaran apa yang dibicarakan mereka aku mencoba mendengarkannya.
“Ehh kalian tau gak raisa itu ternyata dia anaknya suka bohong tau apalagi dia suka ngarang cerita gitu kalo dia cerita sama aku” seru aurel
“Ahhh yang bener gak mungkin Raisa kaya gitu” sahut Reza
“Bener tuh apa yang kamu bilang Reza dia kelihatan orangnya baik kok” jelas Riska
“Coba pikirin mana mungkin dia nampak-in sifat aslinya kalo aku jadi dia juga aku pasti bersikap baik kepada orang” seru Aurel
(Aku terus mendengarkan walaupun itu gak sopan)
“Tapi aku gak percayabahwa ia suka ngarang ngarang cerita! seru Ryan
“Apalagi parahnya dia orangnya gk mau menang sendiri, keras kepala pokonya.mIntinya kalian harus hati hati dengan dia!” jelas Aurel
(Lantas aku pura pura lewat dan tidak mengetahui mereka sedang membicarakan ku)
“Ehh Aurel, kamu lagi ngapain?” tanya ku
“Engga ko aku lagi ngobrol biasa sama temen ku”jawab aurel
Aku pergi meninggalkan aurel dan teman nya itu, sesampainya dikelas aku menyimpan tas di kursi dan langsung ke meja Salsha yang sedang ngobrol bareng Vina membicarakan tentang Aurel yang berubah sifatnya
“Ko Aurel kaya ada yang berbeda ya, dia kaya aneh aja gitu berbeda tak seperti biasanya?” tanya salsha
“Iya kaya ada sesuatu yang disembunyikan” jelas Vina
“Iya tadi juga dia kaya ngobrol gitu bareng Reza,Ryan,Riska dan aku ngedengerin mereka kaya lagi ngobrolin sesuatu gitu” tambahku
“Ko kamu nguping pembicaraan mereka sih ?
“Mau gimana lagi karena sejak kemarin Aurel kaya skapnya aneh Ana aku pikir apa ada perkataan aku yang menyinggung dia! seru ku
“Yang kamu dengar tadi dia bicarain apa sa ? “ tanya vina
“ Pas tadi aku mau kekelas ternyata dia lagi ngomongin aku dibelakang.
(Kring kring kring) Tanda bel masuk berbunyi.Suara itu terdengar dan semua anak langsung masuk kekelas
“Nanti lagi ya kita ngobrolnya, udah masuk kelas nih”usul Vivi
Tak lama datang pa Usman guru seni dia memberikan materi tentang apresiasi pameran.Setelah 2 jam berlalu akhirnya selesai pelajaran seni, dilanjutkan pelajaran sejarah Bu Tini tetapi Bu Tini tidak masuk akibatnya anak anak banyak yang keluar dari kelas ada yang ke kantin atau ada juga yang sibuk ngobrol bersama teman temanya.
“Sha, bilangin ke Raisa ya kayanya aku besok enggan bisa ikut nginep karena ada keperluan dadakan ya”jelas aurel.
Tanpa menanyakan apa keperluan itu salsha menjawabnya “Ohh iya rel, nanti aku bilangin ke Raisa”. Aurel lantas pergi dan meninggalkan salsha. Aku dan Vivi menuju meja salah untuk membicarakan hal yang tadi diobrolin.
“Sa, kata Aurel dia gak bisa ikut nginep karena ada keperluan dadakan” sahut Salsha
“Gimana kalo nanti pulang sekolah kita tanyain ke Aurel kenapa dia berbeda sekarang dengan kita?” usul Vina
“Supaya semuanya clear nanti kita tanyain ke Aurel” sahut ku
“Haus nih aku mau kekantin dulu ya ada yang mau ikut ?tanya Salsha
“Eh ada si keras kepala kaya batu tuh yan,si Raisa” sahut Reza
(Suara itu langsung terdengar ditelingaku)
“Apa tadi yang kalian bilang! kalian tau bahwa aku keras kepala kata siapa ?” tanyanya dengan nada keras
(Terlihat Ryan dan Reza ketakutan)
“A a aku tau itu dari Aurel sa” jawab Erna ketakutan
“Ohh Aurel ”sahutku datar dan pergi menuju kantin
Karena ada masalah itu aku dan Vina membatalkan untuk pergi kekantin. jam pulang pun tiba,salsha mencoba memberanikan diri untuk ngobrol dengan Aurel
“Rel nanti aku mau bicara sesuatu pulang sekolah ditanam ya, Sebentar”
“Iya, nanti aku langsung ke taman ya sha”
Aku, Salsha dan Vina menuju ke taman sekolah untuk nungguin Aurel dan tak lama Aurel datang, Aurel tamak kebingungan dengan kedatangan aku dan Vina.
“Rel dari kemarin kamu kaya berbeda sama kita ada apa ?” tanya Vina
“Iya apa kita ada yang salahnya sama kamu?” tanya Salsha
“Atau kamu Gk suka sama aku ya rel?” tanyaku
(Aurel tetap diam tak menjawab apapun).
“Dan apa maksud kamu jelek-jelekin aku dibelakang ?” tanyaku dengan nada tinggi
“Oke semua nya aku jelasin ke kalian semua, aku ngelakuin kaya gini karena aku gak suka Raisa masuk ke sekolah yang sama kaya aku. Kalian tau kan seleksi masuk SMA 48 Bandung itu sudah banget, dan aku gk mau dalam satu sekolah ini banyak yang masuk ke sekolah itu. Sama hal nya dengan kamu aku gk suka kamu masuk ke sekolah yang sama dan itu membuat peluang aku masuk ke SMA 48 Bandung menjadi kecil. Hal itu yang membuat aku diam saja dan tidak memberitahukan kalian semua tentang ini.” jelas aurel
“Kenapa harus dengan cara ini rel? kamu kan bisa bicara baik baik sama aku engga dengan cara jelek-jelekin aku dibelakang? tanyaku
“Ya mau dengan cara apalagi aku gak suka damkamu mulai saat itu” cetusnya
Vivi dan Salsha hanya termenung terdiam.Dari yang tadinya jarak antara aku dan aurel berjauhan, aku mendekati Aurel.
“Maafin aku ya rel atas kesalahan aku ini, tapi sebelumnya kalo ada apa apa lebih baik kita bicarakan bersama cari jalan keluarnya” sahutku
“Iya kau juga minta maaf,aku udah jahat sama kamu sa, aku janji gak bakal ngulangin kesalahan ku lagi” sahut aurel.
“Iya kita sama-sama introsfeksi diri kita masing-masing”seru ku
“Maafin aku ya sa” aurel lantas memelukku.
Vina dan salsha yang tadi diam saja, mereka mengikuti aurel memeluk ku. “Mulai sekarang kita harus terbuka ya apapun itu kalo ada masalah ahrus cerita pokonya”.seru Salsha.
. . .Selesai. . .
Komentar
Posting Komentar